Ada yang berbeda di Taman Kencana, Bogor pada hari Sabtu (7/03) kemarin. Seperti biasa, setiap hari sabtu saya selalu menyempatkan diri untuk mengajak anak dan istri untuk jalan-jalan di Bogor. Tempat yang selalu kami singgahi adalah Taman Kencana dekat dengan Lapangan Sempur (yang orang Bogor pasti tau). Sekedar untuk melepas lelah dan rasa lapar, karena di Taman Kencana biasa ada warung-warung makan yang hanya berjualan pada hari sabtu dan minggu. Macam-macam: nasi kuning, nasi liwet, nasi uduk, lontong sayur, rawon, pecel madiun, coto makasar, soto bogor, bubur ayam, dan banyak lagi.
Yang membuat berbeda hari itu adalah hadirnya KoTK atau Komunitas Taman Kencana. Banyak atraksi yang ditampilkan, seperti musik angklung, pencak silat sunda, musik2 sunda, dll (tidak nonton sampai selesai). Hadirnya komunitas ini tentu akan menambah daya tarik Taman Kencana ini. Namun, sejak saya masih kuliah (1999) hingga sekarang, saya tidak melihat ada pengelolaan yang lebih baik. Bahkan sebagai sebuah taman, saya mencari tempat sampah yang terdekat saja tidak ada. Ketika saya bincang-bincang dengan sesama pengunjung nasi rawon, potensi wisata kuliner disini cukup besar, tapi pemerintah kota bogor sepertinya kurang melihat potensi ini. Semoga kedepan, pemerintah kota Bogor dapat menata/mengelola taman ini menjadi tempat yang semakin ramah dan nyaman untuk dikunjungi.
Seperti kita ketahui bersama, banyak program “pemberdayaan” yang telah dibuat dan dilaksanakan oleh beberapa komunitas blogger di Indonesia. Hal yang baik dan patut untuk terus dikembangkan. Tapi bagaimana sih program yang memberdayakan?